Pemetaan Pikiran
Barangkali ini tidak secara langsung berhubungan dengan konteks pemetaan muka bumi. Yang menarik di sini adalah bahwa 2 kata tersebut tetap mengacu pada suatu proses menggambar, yang tentu saja menghasilkan gambar, menghasilkan “karya” dan informasi yang bisa dinikmati secara visual. Hasilnya pun di sebut peta juga.Ini adalah sudut pandang lain dari peta yang selama ini diketahui kebanyakan orang sebagai “gambar permukaan bumi dan apa yang ada di atas atau di bawahnya”. Mind Mapping atau Pemetaan Pikiran ini adalah satu metode menggambar dan menuangkan apa isi otak manusia. Menurut para ahli otak di barat sana, pada dasarnya otak manusia terdiri dari 2 bagian yaitu otak kiri dan kanan. Otak bagian kiri cenderung bersifat linier; menangkap, mengelola, dan mengeluarkan informasi secara sistematis, teratur, matematis. Di lain sisi otak kanan justru sebaliknya di mana dia bersifat acak; emosional, kreatif, visual, dan tidak teratur; di sini pulalah katanya tersimpan rasa seni, keindahan, dll.
Pemetaan Pikiran menggunkan metode yang menggabungkan antara sifat otak kiri dan kanan tersebut. Pemetaan di sini adalah menggambarkan di kertas posisi dari informasi yang dikeluarkan oleh otak, dengan prinsip warna-warni. Pencitraan informasi secara visual akan lebih menempel dan diingat oleh memori kita manusia. Kalau dalam peta muka bumi, posisi berdasarkan survey atau koordinat, maka dalam pemetaan pikiran ini posisi bebas, karena otak atau pikiran manusia tak terbatas. Kalau anda mau contoh gambarnya silahkan ke google.com dan pada image search ketikan mind mapping. Salah satunya seperti yang ditampilkan di atas dari http://pkab.files.wordpress.com/2008/07/timemanagement.jpg.
Pemetaan yang satu ini sangat banyak manfaatnya untuk membuat catatan yang efektif, menghapal pelajaran, membuat kerangka karangan, tulisan, artikel dst., merancang proyek. Sebagai contoh pada saat peristiwa 11 september atau WTC, pihak pemerintah Amerika segera memetakan permasalahan dan apa yang harus dilakukan menggunakan metode pemetaan pikiran ini sampai 17 tingkatan, luar biasa! Dan ini bisa cepat dimengerti oleh masing-masing bagian untuk segera melakukan yang terbaik untuk menolong korban WTC dan meminimalisir dampak.
Metode ini dikembangkan oleh Tony Buzan dan sudah mendapat hak paten. Beliau adalah seorang pengajar dan juga seorang pemerhati otak dari inggris sejak tahun 70 an. Kalau anda ingin mengetahui secara teknis, saya sarankan anda membeli bukunya. Agar tahu dulu, coba kunjungi website http://www.studygs.net/indon/mapping.htm untuk penjelasan yang lebih ilmiah.
Seperti juga pemetaan yang “formal”, pemetaan pikiran pun dikembangkan pula software digitalnya. Salah satu yang terkenal antara lain Mind Manager dan IMind Map.
nanaru@gmail.com
Januari 2009
Komentar
Posting Komentar